*Berkarakter, Inspiratif, Bijaksana, Inovatif, Nekat ^^

Voice-Setsuna-Greeeen

Ini pertama kali saya posting tentang sebuah lagu… ini bermula dari saya mendengarkan sebuah lagu dari tetangga depan kamar saya, si Un. Tapi sebelumnya saya sepertinya pernah mendengarkannya sebelumnya, si Miun atau adik kos saya yang lama. Saya mendengarnya seperti orang yang gigih dan ceria. Itu pendapat saya saja he he. Film Jepang kedokteran yang saya tunda tonton dari semester 1 ampe lulus adalah voice, padahal, yang promosi uda sampe berbusa2 dan semangat *catatan juga : yang promosiin bukan anak kedokteran. ntah kenapa, apa karena basicnya adalah forensik, saya rada gimana kalo masalah perforensik… wal hasil selain saya ndak nonton film voice, nilai forensic saya juga pas-pasan, bahkan saya remedy biar agak ndak memalukan nilainya :D. Prolog saja, yang ada dalam pikiran saya, forensic itu menyeramkan, bukan karena itu sekedar tentang berkecimpung dengan jenazah manusia, tapi juga kesedihan mendalam yang menjadi rahasia, gimana nggak hampir semua  jenazah yang diotopsi itu adalah manusia yang meninggal dengan tidak wajar. Belum lagi kalau berurusan sama kriminalitas, sesuatu yang saya yakin semua orang menghindarinya *kecuali pelakunya 😛 . pokoknya setiap saya belajar, ga ada satu gambaran yang nyangkut di kepala saya. Seorang kinestetik seperti saya, aduhh… Ada film K-drama Sign, yang mengisahkan tentang forensic juga, bagus tapi sekali lagi, mengenaskan (saya ndak suka film yang tidak ada happy endingnya, apalagi ada bunuh dirinya hfffff).

Bagi saya yang kuliah kedokteran, bagaimanapun ilmu yang saya dapatkan, harus membantu pasien semaksimal mungkin, sejelek-jeleknya kondisi, paling tidak pasien saya hidup. Tapi bagaimana dengan forensik yang notabene membantu pasien meninggal, dan saya juga tidak tau apakah itu menjadi akhir yang bahagia pada pasien dan keluarganya, atau malah menjadi buntut perselisihan yang berkepanjangan. Sekali lagi saya tidak suka berurusan dengan kriminalitas dan per“bau-bauannya”. Tapi setelah melihat voice episode 1, ternyata ada hal baik yang banyak dipelajari dari berbagai kematian seseorang yang tidak wajar, (yang tentunya, kematian merupakan pengingat kita, dan cirri orang yang cerdas). So tunggu apalagi, yang belum nonton, nontonlah :D.

Kembali pada lagu yang menjadi soundtract voice yaitu setsuna, selain musiknya yang semangat, arti liriknya juga bagus, ini bagian yang saya suka dari lagu-lagu jepang, isinya itu lo yang bikin saya selalu semangat…

200px-Greeeen_silhouetteABDest

 

Setsuna

By : Greeeen

kitto bokura wa kagayaki takute
ikiru imi o sagashiteta
makenai you ni kare nai you ni
tsuyoku negai iki te ku

koeba bokura ga namida o nagasu you na hi ni mo
itsumo to onaji you ni
hiwa nobori soshite shizun de iku

kitto sekaijuu de jibun hitori okizari da to omotta
dakedo sekaijuu wa kyou mo mawaru honto chippoke datta

kakenuke ta hibi nagashita namida ikiru imi o sagashiteta
kitto dare mo ga tarinai nanika o negai ima o ikiterunda
unmei datoka jinsei datoka kyou wa saigo no ichi byou ni
waratte takute tada sore dakede subete kotae wa jibun no naka

tooku ni kasuka ni mieru risou no jibun ga mata
“koukai nai you ni ikiteru ?” tte hohoemi sukoshi nai ta

kitto sekaijuu no jibun igai subete shiawase to omotta
dakedo sekaijuu wa asu mo mawaru donna namida mo iyashite

kakenuke ta hibi kasane ta itami ikiru imi o sagashiteta
kitto dare mo ga kagayaku ashita o negai ima wo ikiterunda
chikara tari zu ni yowai jibun ga yoru no yami ni furueteta
dare shimo kesshite tsuyoku nai kedo subete kakae te jibun nanda

itami o shiru sono hitomi ni utsuru sekai kanashimi irodori
tada nagashi ta namida afure dashi ta nazeka michitari nainda imasara
“mune hareru jibun” ni deaeta? “uso de katame ta jibun” eranda?
tadashi sa wa itsumo jibun no naka yorokobi kanashimi tsunagaru ashita

kanashii toki wa kareru made naki
ureshii toki wa hara kakae te warai
setsunai toki wa kaze o kanjite
takaku toberu hi o mate ba ii

kitto bokura wa kagayaki taku te
ikiru imi o sagashiteta
makenai you ni karenai you ni
tsuyoku negai ikiteku

itsuka aeru sono hi made risou no jibun ni
itsuka tadori tsuku sono hi made
jibun shinjite

Setsuna (translation)

We’re looking for a meaning in life, wanting to shine
We live wishing strongly, not to lose, not to whither

For instance, even on days we tear up
Just like a normal day, the sun will rise and then set again

I thought I was left behind alone in this world
But the world will turn again, it was actually tiny

Days that ran by, tears that were shed, I was looking for a meaning to live
Everyone lives to wish for that something they’re lacking
Talk about destiny, talk about life, it all only means that
I want to be laughing on my last second,
All the answers are inside my heart

In the distance, I can dimly see my future self,
It smiled and asked, “Are you living your life so you wont regret it?”

I cried a little
I thought the world was all happy, except for me
But the world will turn tomorrow too, soothing each and every tear

Days that ran by, pain that built up, I was looking for a meaning to live
Everyone lives this moment wishing for a shining tomorrow
Weak and lacking in strength, I was shivering in the darkness of the night
No one is strong, but one is only oneself carrying everything

In those eyes that know pain, the world is colored with sadness
The tears were only at first running, but soon overflowed
Unsatisfied feelings fill me now
Did I meet ‘my proud self’? Did I choose ‘myself that’s made up with lies’?
The justice is always inside the heart,
Happiness and sadness will connect to tomorrow ..

When times are sad, cry until your eyes are dry
When times are happy, laugh until your stomach hurts
When times are painful, feel the wind.
And wait until the day when you can leap high

We’re looking for a meaning in life, wanting to shine
We live wishing strongly, not to lose, not to whither

Until that day when you can reach that dream ‘you’,
Until that day comes, believe in yourself

Ini lirik yang menurut saya, hidup, berbicara kehidupan, dan mungkin tentunya dialami kita sehari-hari, paling tidak, yang ada dilirik ini yang pernah saya dan beberapa teman saya alami. Bagaimanapun apapun terjadi, kita harus mengisi kehidupan dengan penuh makna, tidak sekedar hidup, percayalah pada dirimu, terhadap kemampuanmu, terhadap mimpi-mimpimu, mungkin bias jadi hari ini, kamu sedang berada di puncak kegelisahanmu, berada di puncak kesedihanmu, di titik rendah kelemahanmu, jangan lupa bahwa kita sedang hidup, bergerak, dinamis dari mulai air mata, tawa, canda, bahagia, haru, sedih, kecewa, semua yang membuat hatimu penuh. Percayalah bahwa dirimu bisa melaluinya, berilah waktu untuk dirimu bangkit, disaat mungkin orang tak member kesempatan dan tak menyemangatimu, beri kepercayaan pada dirimu bahwa kamu hanya diminta untuk bersabar sebentar, menunggu sebentar, bernafas panjang sebentar member kesempatan otakmu merefresh dan start over. *kok jadi melo T.T

Satu lagi yang menarik lagi dari lagu ini, pastinya penyanyinyalah, saya kira kisah mereka ini hanya ada  dalam drama-drama TV, tapi tidak ini nyata, bahkan mungkin tidak ada drama yang semenarik ini. Yup, penyanyinya adalah Greeeen, grup vokal asal jepang, lengkapnya bisa lihat link di Wiki. Saya ingin berkomentar bahwa, keren atau lebihnya unik sekali kehidupan mereka itu, di satu sisi musisi yang tenar, sisi lain mereka bias dengan leluasa mengerjakan pekerjaan professional mereka sebagai mahasiswa Kedokteran gigi dan menjadi dokter gigi selanjutnya. Yang tentunya akan sulit mengimbangi keduanya. Jadi ceritanya tidak ada yang tau identitas dari anggota Greeeen, (*ya ampun misterius banget), ga ada foto wajah mereka, ga ada yang tau, promoter, Cd dll, ini awalnya dilakukan selama mereka menjadi mahasiswa kedokteran, supaya tidak menggganggu aktivitas kuliah (2007) namun salah satu anggotnya hide, mengisaratkan bahwa ini mereka akan menampakkab wajah mereka setelah semua lulus ujian dokter gigi, tapi sampai saat ini tidak mereka lakukan untuk menjaga profesionalitas mereka sebagai dokter gigi. Jadi mereka leluasa mau ngapain aja, hidup normal seperti orang biasa, namun disisi lain tetap berkarya, mungkin ini hobi mereka ya. Untung ga ada fans yang iseng menyewa detektif untuk mengetahui identitas mereka sebenarnya, secara gitu mereka popular banget dan lagunya lariiis, dan sebenernya bisa mereka lakukan. ga ada paparazzi usil yang berhasil dapet poto mereka, dan salut untuk manajemen serta pihak pengelola event mereka, bener-bener menghormati privasi mereka. Gak kebayang kalo jadi panitia acara mereka, seberapa penasarannya saya.. lol (*:D)

Saat jepang mengalami tsunami mereka melakukan kegiatan greeeen boy project, untuk menciptakan lagu yang akan membuat warga jepang tersenyum lagi, (*haru haru haru, terharu 😀 ).

10906-2l84tpx9pc

Lucu gambarnya ya, lambangnya, anak kedokteran gigi banget, ampe ada clingnya, senyum putih bersinar he he bikin saya ikutan senyum cling, nyampe banget keinginan mereka untuk membuat senyum orang lain… Huruf e-nya ada 4 merepresentasikan jumlah anggotanya… dan banyak penghargaan yang mereka dapat. Sukses untuk mereka *jempol 2. Semoga juga bisa menyeimbangkan hobi dan profesi, menyenangkan…

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Greeeen
http://niasovianita.blogspot.com/2011/08/greeeen-setsuna-lyric-translation.html
http://www.jpopasia.com/lyrics/20240/greeeen/setsuna.html

Iklan

Love corel so much

Setelah sekian tahun ga make corel lagi (et causa koas), akhirnya bisa puas2 gambar he he

 

first

 

second

 

third- shinichiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

 

he he, semoga bener bisa desainnn dan punya percetakan ^^v yeaaayyyyyy

Berat Badan Ideal

Pertanyaan yang paling sulit dijawab atau bahkan pertanyaan yang tidak boleh kamu tanyakan kepada wanita adalah berat badannya. ha ha ha.. Saya punya pengalaman tentang Berat Badan ini. tahun 2010 merupakan tahun saya mengawali kepaniteraan klinik di Rumah Sakit, alias dokter muda, alias lagi ko-as. Masa-masa paling menguras semuanya : tenaga, pikiran, perasaan, keuangan, liburan, dan semuanya.. (lebay). Siklus hidup berubah drastis dengan dinamika yang begitu cepat. Menurut saya, semua ko-as di seluruh dunia juga mengalami hal yang sama, jaga ding-ding-ding, ding-dong, jaga 24 jam dan jaga lebaran adalah makanan sehari-hari. belum lagi latihan mental dengan para sejawat seantero rumah sakit, keluarga pasien, de el el. Di saat seperti itu, menurut hemat pikir kita, pasti seseorang akan menjadi suangat kurus. Tapi itu tidak pernah terjadi pada saya yang berprinsip banyak kerja banyak makan, hehe, wal hasil, porsi makan saya bener2 ngalah2in kuli yang lagi ngerjain uGD baru… Di 3 bulan terakhir koas saya baru menyadari kalau saya naik 16 kg (pantes aja, banyak baju yang sobek samping kiri kanannya dan sebagian besar rok yang saya punya tidak cukup lagi dipakai -hiks sedihnya-)…
Berawal dari kekhawatiran saya tentang baju yang tidak bisa saya pakai lagi, saya bertekad untuk diet dan olah raga… Selama tiga bulan terakhir, saya mengurangi konsumsi karbbohidrat saya, separuh dari yang biasa saya makan, dengan kombinasi sayuran yang dibanyakin, namun frekuensinya tetep 3 kali sehari, awalnya si laperr terus dan kadang puyeng -entah apa hipoglikemi, saya belum pernah mengeceknya- dan dalam waktu 1 bulan saya turun 3 kg, yeaayy, dan diet itu terus dilanjutkan sampai sekarang. yang membuat berat badan saya turun lagi adalah ketika harus nungguin ibu dan adek bayi di RS, bener2 menguras tenaga dan nafsu makan, walhasil sebelum bualan Ramadhan saya turun 8 kg, teman2 termasuk saya juga kaget he he he.. dan baju saya cukuuup lagiii… mudah2an bsa turun terus, itu harapan saya, namun, barusan ajaaa saya timbang, BB saya naik 1 kg.. kyaa, kayaknya emang belum melancarkan rencana kedua, yaitu olah raga, rencana 1 bulan terakhir koas yang belum terlaksana sampai sekarang…
Sebenernya porsi makan saya tidak pernah berubah dari SMP_SMA_Kuliah, hanya saja yang membedakan adalah saya memakai sepeda ketika bepergian, lain halnya dengan ketika ko-as yang harus memakai sepeda motor karena sepeda saya ilang, wal hasil tidak ada waktu untuk berolahraga.. itu kesimpulan saya si, mudah2an setelah lulus dokter nanti bisa olahraga teratur lagi, jadi Berat Badan jadi terkontrol, dan ndak bingung lagi sama baju-baju yang ga cukup hi hi hi…

Sebenernya teman-teman bisa mengetahui berapa berat badan ideal untuk ukuran teman, misal dengan IMT yaitu : BB (dalam kilogram) dibagi dengan tinggi badan (dalam meter) kadrat.

Klasifikasi status gizi berdasarkan IMT :

Berat Badan Kurang   : < 18,5

BB Normal                      : 18,5-22,9

BB Lebih                          : > 23,0

dengan resiko               : 23-24,9

Obese I                             : 25-29,9

Obese II                          : > 30

Maka BB Normal untuk ukuran tinggi saya yang 156 cm maka berkisar antara ; 45-55,7… maka tidak lain saya sekarang masih overweight sedikit lah, he he turun dari Obese I…
Menurut Rumus Brocca

BB Ideal : (TB-100)-10%

(156-100)-10%

56-5,6

51,4 kg (Amiin, kapan ya… balik ke berat badan semula)

Penentuan status gizi dihitung dari (BB aktual : BB idaman) x 100%

maka… wah buka kartu ni… (56,5 : 51,4) x 100 % ===> 109 %

kriterianya :

Berat Badan Kurang        BB < 90% BBI

Berat badan normal       BB  90-100% BBI (ya ampuun saya mepet banget)

Berat Badan lebih            BB 110-120% BBI

Gemuk                                  BB > 120% BBI

Untuk kepentingan praktis dalam praktek di lapangan digunakan rumus Brocca

Penentuan kebutuhan kalori per hari :

1. Kebutuhan basal

Laki-laki      : BB idaman (kg) x 30 kalori

Wanita         : BB idaman (kg) x 25 kalori

2. Koreksi atau penyesuaian

– umur di atas 40 tahun                                                : -5%

– Aktivitas ringan                                                            : +10%

(duduk-duduk, nonton TV dll)

– Aktivitas sedang                                                          : +20%

(kerja kantoran, ibu rumah tangga, perawat, dokter)

-Aktivitas berat                                                               : +30%

Berat badan Gemuk                                                       : -20%

Berat badan lebih                                                           : -10%

Berat badan kurus                                                          : +20%

3. Stres metabolik (infeksi, operasi, stroke dll) : +10-30%

4 Kehamilan Trimester I-II                                        : +300 kalori

5. Kehamilan Trimester III                                       : +500 kalori

Makanan tersebut dibagi menjadi 3 porsi besar untuk makan pagi (20%), makan siang (30%), makan malam (25%) serta 2-3 porsi ringan (10-15%)

 

misal saya :

1. Kebutuhan kalori basal : BB ideal x 25 kalori

maka 51,4 x 25 = 1285 kalori

2. Kebutuhan untuk aktivitas ditambah 20% (anggep aja he he)

maka 20% x 1285 = 257 kalori

3. Koreksi karena kelebihan berat badan, anggep saya normal

jadi total kebutuhan saya : 1285 + 257 = 1542 kalori anggep aja 1500 kalori ya kawan

Nah distribusi makanan :

Karbohidrat 60% = 60% x 1500 = 900 kalori dari karbohidrat setara dengan 225 gram karbohidrat (900 kalori : 4 kalori/gram)

Protein 20% = 20% x 1500 = 300 kalori dari protein setara dengan 75 gram protein (300 ; 4 kalori/gram)

Lemak 20% = 20% x 1500 =300 kalori dari protein setara dengan33 gram lemak (300 : 9 kalori/gram)

Nah untuk jenis makanan dan resepnya tanya anak gizi gan… ga paham.

Tujuan Penurunan Berat Badan

SMART : Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, and Time limited

Tujuan awal dari terapi adalah mengurangi berat badan sebesar 10% dari berat awal. Batas waktu yang masuk akal untuk penurunan berat badan sebesar 10% adalah 6 bulan terapi. Untuk pasien overweight dengan rentang BMI sebesar 27-35, penurunan kalori sebesar 300-500 kcal/hari akan menyebabkan penurunan berat badan 1/2 sampai 1 kg/minggu dan penurunan 10% dalam 6 bulan.

Prinsip latihan jasmani harus memenuhi beberapa hal yaitu : frekuensi, intensitas, durasi, dan jenis.

Frekuensi : jumlah olahraga perminggu sebaiknya dilakukan dengan teratur 3-5 kali perminggu

Intensitas : ringan-sedang (60-70% Maximum Heart Rate), rumusnya 220-umur, kalo pake umurku ; 24 maka targetnya : 70% x (220-24) = 137

Durasi : 30-60 menit

Jenis : latihan jasmani endurans (aerobik) untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi seperti jalan, jogging, berenang, dan bersepeda.

Kalo dilanjutin penjelasannya jadi tambah panjang, sampai disini dulu…

Yah, teori itu memang gampang, tapi mengerjakannya itu butuh keistiqomahan, yaaapp, untuk sehat mari olahraga dan punya berat badan ideal.

Ramadhan dalam keresahan menjelang UKDI 😀 he he, semangat ibadah…

Air Es dalam Drum

Suatu siang, matahari begitu terik dan panas memenuhi seluruh ruangan di sebuah rumah kontrakan yang terbuat dari seng. Keringat mengucur deras sampai-sampai seperti mengalir seperti ada sumber mata airnya. Dua anak kecil yang sedang asik bermain menjadi gelisah dan mandi keringat. Permainan tak lagi menyenangkan, yang ada mereka berkali-kali harus menyeka keringat supaya tidak jatuh ke mata. Sungguh suatu hari yang sangat menyengat. Dua anak kecil tadi menuju ruangan yang sepertinya sebuah dapur sambil mencari-cari dimana letak air minum, untuk mengurangi rasa panas yang menyebar.

Ahh seandainya ada air es yang mendinginkan kepala dan badan. Brrrr… Dua anak kecil itu berlari menuju dapur, yah mencari seteguk dua teguk air sambil menghela nafas panjang seperti lega dari rasa haus seharian. Dari jauh, laki-laki paruh baya sedang mengamati gerak-gerik mereka, terulas senyum merekah memandangi kedua tingkah laku kedua anaknya. Dia pergi menuju ke dapur, sambil tersenyum dia memanggil keduanya… Bapak punya cara ampuh membuat air kita dingin.. Waaahhh? Kedua mata anaknya berbinar-binar, sambil mendengarkan seksama ucapan sang ayah dan menghayalkan cara ajaib yang dipakai.
Begini caranya : pertama air yang sudah masak dimasukkan ke dalam botol air mineral yang sudah kosong, lalu ditutup kemudian dimasukkan ke dalam drum tempat air d kamar mandi kami… Kita minumnya besok pagi.. Kedua anak kecil itu bersemangat mengisi air yang sudah dimasak ke dalam botol, lalu dicemplungkan ke dalam drum, waaaa tinggal tunggu besok…

Keesokan harinya, sepulang sekolah kedua anak kecil itu berlarian di terik matahari menuju rumah kontrakan seng mereka. Sudah barang tentu ingin cepat2 minum air dingin mereka… Brrrrrr masi dinginnnn. Yeaaaayyy… Mereka senang… Ha ha.. Air es dalam drum.

Itu cerita kecilku, apa ceritamu?

Terima Kasih Guru

Kalau kita mengingat guru, maka kita akan sering teringat dengan masa-masa kita SMA, SMP, SD atau TK, atau dosen, Doctor, Prof yang mengajar kita di sekolah. Betapa mereka sangat menghawatirkan kita, mempersiapkan pelajaran untuk kita dengan mati-matian *Lebay tapi memang begitu pula, mereka berlebihan mempersiapkan materi. Saat di kelas pun mungkin kita datang dengan berbagai pikiran di kepala kita… saat kita SD, SMP, SMA, SMP, he he bisa dibayangkan sendiri-sendiri masa itu… tentunya teman-teman memiliki keunikan tersendiri melewati masa itu.

Kembali ke guru kita, dari sekian banyak guru yang telah mengajar.. pastinya teman-teman dan juga saya memiliki berbagai kesan yang menarik, ntah itu guru favorite, wali kelas, guru yang paling keren, guru yang paling deket sama murid2 bahkan guru yang *killer* semua itu menjadi kenangan yang tak terlupakan. Bagi saya semua guru saya begitu berharga, guru-guru SD, petrah 1 tanahmerah, Kemayoran 1 Bangkalan, semuanya membuat saya belajar tentang bagaimana berusaha, tidak kalah dengan keadaan dan menjunjung tinggi kejujuran…

Di sekolah petrah 1 saya *yang dahulu, kami menulis semua contoh soal ujian, dan yang ada di buku-buku, disalin setiap hari supaya bisa dipelajari di rumah, setiap saya menulis di papan untuk disalin, tidak kerasa kalau sudah sampai no 100.. he he.. tapi itu sangat berkesan karena teman saya ada yang rela menulis 200, 100 di bukunya dan 100 di buku saya… Guru itu senantiasa sabar mengajar kami yang seringnya sedikit2 bermain ^^v… bu Fat… Di kemayoran 1, yang paling berkesan adalah ketika kami kelas 6, wali kelas kami pak Mus, tidak lagi “mengajar kami” secara konvensional, tapi hanya menyuruh kami untuk membawa buku yang dipakai untuk ulangan setiap harinya, hampir semua mata pelajaran, sampai2 ga berasa ulangan lagi karena setiap hari dan kapan saja… akhirnya mau tidak mau kami belajar di rumah bersama teman dan juga ke tempat pak Mus.. lama-lama nilai kami menanjak juga… Saat yang paling menegangkan yaitu ketika UNAS, saat itu sering sekali ada isu kalau guru akan memberi jawaban soal UNAS, bapak kepala sekolah kami pak Salim datang menemui kami yang sedang dug dug ser menunggu ujian, dan berkata bahwa tidak ada yang namanya diberi contekan, semua guru akan saya “sabotage” di ruang guru, dan kalian harus memegang tinggi kejujuran (redaksi saya , intinya begitu).. Saat itu memang sekolah kami tidak begitu sangat menonjol hasil rata-rata UNASnya, kami semua tersebar di berbagai sekolah SMP dari favorite sampai yang biasa-biasa saja, tapi yang paling menonjol adalah hampir semua teman saya saat di SMP menjadi siswa yang paling menonjol di kelasnya.. itu buah dari jujur terhadap diri sendiri..

kalau saya ceritakan semua guru saya, mungkin dalam beberapa minggu ke depan tulisan ini tidak akan pernah habisnya untuk ditulis, tentang kebanggaan, rasa kagum, hormat saya terhadap seluruh guru saya dari kecil dan seluruh guru yang ada di dunia ini, I Love You all, fullll.. *berkaca-kaca*

Begitu pula guru informal saya, yang lainnya…

Suatu saat, di suatu acara rapat di sebuah organisasi, seorang adik mahasiswi menyampaikan nasihatnya kepada kami semua, (saling nasihat-menasihati itu mencegah kerugian) : siapakah guru kita? apakah hanya yang ada di sekolah-sekolah? ataukah guru ngaji kita? iya itu yang utama, tapi juga ada guru yang sering tidak kita sadari (invisible teacher)..

Ketika bertemu orang yang memarahi kita maka kita akan belajar bagaimana rasanya dimarahi, sehingga tidak akan gampang untuk marah, atau bertemu teman yang sangat setia dan menyayangi kita, kita akan belajar untuk sepertinya, karena itu akan sangat menyenangkan. Melihat pemandangan yang hijau, kita akan belajar untuk berkebun, saat kita ditabrak maka kita akan belajar bahwa mengendarai di jalan itu bukan hanya antara saya dan jalan tapi juga orang lain.. melihat semut yang bergotong royong kita akan malu untuk individualis… dan banyak lagi…

karena itu ayat Al Qur’an pertama yang turun adalah tentang membaca, dan kenapa diturunkan pada Rasulullah yang saat itu buta huruf? hikmah yang dapat diambil adalah bagaimana membaca itu merupakan hal yang pertama dan utama bagi manusia, dan membaca juga bukan hanya milik orang-orang yang mengenal huruf karena membaca tidak hanya sekadar membaca bacaan tapi juga alam semesta (membaca fenomena, kejadian, tumbuhan, hewan, manusia dsb) karena semua itu kunci mendapatkan ilmu menuju kebahagiaan dunia dan akhirat

 

Thank you Allah

Thanks for all of my teachers in the world

Selamat hari Pendidikan ^^v

Saya yang akan terus menjadi murid selamanya…

picture :

1 2 3

sebuah FORMALITAS

Ini kata-kata yang sering saya dengar beberapa bulan terakhir ini, setidaknya apakah ini sebuah teguran bagi saya untuk kembali memaknai setiap yang saya kerjakan, saya pikirkan dan yang saya kejar.mungkin teman-teman juga sering mendengarnya.

Suatu hari saya tengah menjalani koskap (kepanitraan klinik=Koas aka pendidikan profesi dokter umum) di labPublic health ,banyak sekali pelajaran yang bisa diambil, barangkali karena lab ini merupakan lab bukan klinis dan salah satu favorit saya.

Saya pun dan kawan-kawan jauh2 hari membentuk kelompok puskesmas, berharap banyak saya bisa melakukan banyak hal dan mendapatkan banyak hal pula. Tiba suatu ketika penentuan kelompok, kami bergegas mengumpulkan daftar kelompok, detelah nama kelompok tertera di papan, ternyata ada teman kami yang belum dapat kelompok (entah dengan berbagai alasan) sehingga memaksa setiap kelompok untuk merelakan, salah satu anggotanya untuk pindah, karena berbagai hal akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari kelompok (walaupun sedih sekali, bahkan ada teman yang sampai akan meneteskan air mata, wajahnya memerah dan berkaca-kaca, ada anggota lain yang akhirnya cemberut bersedih atas keputusan saya tersebut) namun dalam hati saya ingin teman-teman tetap semangat. saya pun demikian, walaupun sedikit sekali kemungkinan  apa yang says ingin pelajari dari PH ini akan sedikit tersandung, karena dari awal tidak memiliki pemikiran yang sama dengan kelompok baru saya.

Tibalah kami di puskesmas, kami semua dengan “riang gembira” mendapat puskesmas yang jauh, ah tidak apalah yang penting bisa belajar. suatu hari, Saya dan teman saya sedang mencari data untuk menentukan jenis promosi kesehatan yang akan kami lakukan. dan salah satu pegawainya nyeletuk yang menurut saya tidak lucu sma sekali, “gampang aja mbak, nyari yang deket2, yang gampang, kan formalitas aja kan” begitu katanya, langsung saya potong “maksudnya gmana? jauh-jauh saya kesini hanya dibilang untuk mencari formalitas??? jangan bilang itu pada sayam, karena saya ingin melakukannya sepenuh hati dan belajar sungguh2”, dia hanya tertawa kecil dan berkata “iya kah?”. Huh, dasar, bikin kesel saja. Formalitas katanya??, pakai topeng dong saya? topeng karena saya mahasiswa? saya terlalu tua untuk pakai topeng, saya tidak mau formalitas, dan menyia-nyiakan waktu saya untuk sebuah kepura-puraan melakukan sesuatu. Saya ingin melakukannya karena saya hidup, saya ingin hidup saya berarti, bukan sebuah kepura-puran atau formalitas belaka…

Usut punya usut memang penggunaan formal ini sudah dipakai sejak lama, lembaga pendidikan formal, sekolah formal dll.  mari kita telusuri tentang pendidikan kita utamanya di sekolah. mungkin kajian saya tidak sepenuhnya benar secara mengkritisi pendidikan, karena saya bukan sarjana pendidikan yang sangat paham hakekat pendidikan, namun saya sebagai calon ibu dan seorang anak yang juga menempuh pendidikan, maka tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mengkajinya, sepanjang ilmu yang sudah saya terima.

Kita mulai dari kata sekolah, Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. lebih lengkapnya tentang sejarah ini, bisa dibaca disini.

sebenarnya, yang saya pikirkan adalah apakah benar-benar pemberian nilai dan peringkat di sekolah itu adalah satu-satunya cara untuk membuat seorang anak bersemangat belajar di sekolah, atau sebaliknya malah minder dan tertanam selalu di kepalanya bahwa dia bukan anak pintar? bahkan dia tidak bisa mengeluarkan dirinya dari frame bahwa dia tidak punya kelebihan apapun karena statemen dari guru, teman, atau orang tuanya karena hanya beberapa pelajaran yang tidak dikuasai di sekolah. menjadi melupakan kebahagiaannya sebagai anak-anak, menjadi seorang ambisius yang mencari sebuah formalitas angka. Memang saya dari kecil tidak begitu mempermasalahkan berapa nilai saya, berapa peringkat saya, karena yang dipikirkan saya waktu itu sekolah itu menyenangkan karena bisa bertemu teman-teman, ada keigiatan kerjainannya, itu saja, sehingga sedih sekali kalau tidak sekolah. Saya baru tau yang namanya belajar itu ya di kampus, itupun justru membuat saya tidak nyaman, bahkan pelajaran sepertinya tertolak oleh otak saya untuk dijadikan memori, yah itu baru saya ingat itu adalah waktu “belajar” saya, jika dicocokkan dengan pengertian  belajar jaman saat ini.

ketika dulu SD_SMP_SMA mengerjakan matematika, fisika, kimia, kesenian, itu senang-senang, saya bisa mencari rumus-rumus baru ala saya yang cepat dan mudah, jadi saya bisa mengerjakan pekerjaan rumah dengan cepat dan selanjutnya bisa bersepeda, bahkan rumusnya ditemukan saat saya bersepeda. tidak ada alasan saya untuk menemukan rumus-rumus itu kecuali sebuah kesenangan. Suatu saat saya mengerjakan PR matematika, saya mengerjakannya, mencari beberapa cara yang menurut saya efisien, gampang dan ndak jelimet, keesokan harinya yang terjadi PR saya dicoret, diberi nilai nol, saya sedih bukan karena nilai nolnya, tapi karena gurunya tidak menerima cara yang saya tuliskan di buku, harus sesuai caranya ketika menjelaskan pelajaran matematika hari sebelumnya. Saya sangat sedih dan protes ke ayah saya yang kebetulan guru juga, beliau hanya bisa tersenyum. Usut punya usut, cara itu ternyata ada di buku cara cepat mengerjakan matematika. Saya tidak habis pikir apa yang sebenarnya sedang terjadi, apakah yang menjadi outcome sebuah pendidikan formal? anak dengan ingatan aksioma, rumus2 di sekolah? apakah akan senantiasa bertahan dengan yang lama? atau seorang anak dengan khayalannya mengembangkan pengetahuan yang diperolehnya saat di sekolah. bukankan begitu? kalau tidak, maka akan yang ada kita akan selalu membebek poengetahuan, padahal esensi belajar bukan seperti itu bukan? ini menurut saya, menurut anda?

Suatu ketika, saya mendapat telepon dari orang tua saya yang kelabakan dengan sikap adek saya yang malas belajar, malas sekolah dan lainnya. Saya pun segera menelepon, ketika saya bertanya kenapa malas? dia bilang pelajarannya gitu-gitu saja, saya bosan, nah loo. ini juga  bukan sebuah kesalahan darinya. COba kita bandingkan anak TK, SD, SMP, SMA ketika berangkat sekolah, kira2 wajahnya yang penuh semangat yang mana? lalu alasannya kira2 apa? yah sebuah kegembiraan atau kesenangan dalam belajar. Yang semakin hilang dari anak-anak sekolah, menjadi pemurung, sedih dan tegang, frustasi dengan nilai-nilai sekolahnya, belum lagi panggilan dari BP dan guru yang menambah ruwet pikirannya, bukan menyelesaikan masalah.

Saya tidak sepenuhnya menyalahkan sekolah, karena tugas mendidik bukanlah beban sekolah seluruhnya, tapi beban semua orang di dunia ini, yang masih ingin melihat perkembangan dan peradaban yang baik. Karena keluarga adalah sumber pendidikan yang sesungguhnya. Mari kita liat sebenarnya waktu belajar di sekolah Indonesia berapa? ada artikel yang bisa dibaca disini . Mudah2an yang saya tulis ini bukan untuk menyalahkan siapapun atas kekurangan kita, namun saya ingin menyadarkan diri saya dan orang sekitar tentang masalah yang kita hadapi saat ini. Karena Sumber Daya yang paling mahal adalah pengetahuan manusia… itu yang membuat kita maju, bukan karena minyak bumi, lautan dan lainnya, itu hanya bonus.

So jangan belajar hanya karena formalitas ya, lembaga pendidikan boleh formal, sekolah boleh formal, acara boleh formal, tapi jangan sampai semangat atau pemikiran kita tentang sesuatu, pekerjaan, amalan itu sebuah formalitas, karena tiba2 ketika kita sudah tua, ternyata kita belum merasakan nikmatnya belajar, nikmatnya bekerja, nikmatnya melakukan sesuatu karena kita sibuk dengan formalitasnya, lupa akan esensi dan kesenangan di dalamnya.. Semangat :::^^v:::

Malang, 15 April 2012 19.00

I am a student, Forever…

Leaflet Anti Rokok

Ini leaflet yang saya buat u penyuluhan…



Ini yang sisi satunya


Jika ada yang berminat he he, hubungi saya 😀

Pulau Kangean

Just another WordPress.com site

Ilmuwan Indonesia

Perjalanan menjadi ilmuwan di Indonesia (2002-sekarang)

~ Continuous Improvement ~

Verba Volant, Scripta Manent

Walking the Earth - Diving the Oceans

"Indeed, in the creation of the heavens and the earth and the alternation of the night and the day are signs for those of understanding." (The Holy Al Qur'an 3 : 190)

maduramadani

" Menggagas Perubahan dengan Kontribusi Nyata untuk Mewujudkan Madura Makmur, Adil, Damai, Aman, Nyaman dan Indah "

fauzanmm

Menulis dan Bercerita

dokter fkub 2006

the site of '06

Catatan Pengembara

Mengembara di Bumi Allah, Merangkum Hikmah Kehidupan

Warung Gado-gado Ilmu

Jelajahi dunia ilmu tiada jemu n_n

Khoirul Roziqin

strengthen memory with notes

Catatan Dahlan Iskan

dahlaniskan.wordpress.com

Forum Badak Indonesia

Tempat berkumpul para pencinta dan penggiat konservasi Badak Indonesia

coretanpetualang's Blog

Amemayu Hayuning Bawana

Berguru

Education in Japan and Indonesia

cavepucino

Assalamu'alaikum

InsanKeadilan | Aldo Wilman | Alman Haraki

Coretan-Coretan yang Tergores Ditubuh Sejarah

Kamu Itu Beda

be yourself, everyone else already taken

A Thought on Life

I'm in a journey. A long journey of finding a reason, a truth, a meaning. And I won't stop learning from every single thing.